Bad News
Tadi siang gw ikut replacement test untuk kursus bahasa Inggris. Sebelum tes dimulai, sang tutor minta maaf karena tidak semua yang ikut tes akan mengikuti kursus dikarenakan muridnya sudah terlalu banyak. Uhh, payah..
Tapi itu bukan apa-apa. Ada yang lebih parah.
Sebagai seorang tukang program, seringkali gw menemukan masalah-masalah dengan kode. Masalah-masalah ini sering tidak terpecahkan oleh otak gw dan dokumentasi tools. Jadi solusinya, gw tanya sama Google dan tadaa…, jawaban muncul, masalah beres.
Sebagai seorang yang berhadapan dengan komputer 10 jam/hari, otak gw sering gak bisa berpikir dengan jernih. Mata gw yang digunakan memandangi kode 6 hari/minggu menjadi kabur. Karena itu, gw butuh hiburan. Nonton orang berbakat nyanyi *masih manis yaa*, atau pencarian bakat yang bikin ngakak.
Sebagai sebatang kara di Batam, tempat tinggal kos, gak punya tivi, gak langganan koran, satu-satunya media pengasup informasi buat gw adalah media elektronik berupa email, koran online, wikipedia, blog, dst.
Gw cukup menikmati keadaan. Sampai 2 hari yang lalu, ketika gw mendengar kabar buruk. A really bad one.
Dalam rangka mengencangkan ikat pinggang, perusahaan akan membatasi akses internet *emang cost bisa kurang berapa banyak yah*.
Semoga aja wacananya gagal. Gak terbayangkan pekerja IT gak ada akses internet.
Beuh, jadi gak konsen kerja
Filed under: Batam, Office | 7 Comments



welcome to my world… uhm, or the world i spose to live in.. but not until three years later, hehehehhe…
~hidupKlien..
=D
Hai Del,
Sayangnya Internet masih barang mahal ya. Kalo nggak salah di Korea (selatan) untuk pasang jaringan relatif murah, hampir semua orang punya jaringan.
Jelek sih, udah nggak punya tv, koran, akses internet juga ikut hilang. Suck!.
Pasang jaringan sendiri aja di kamar kost, Orang IT kan? (hehe).
henpon yang bulet warna biru itu yah..?
udeh ganti hape cepetan.. gaji lebih dari 20 juta juga.. (pertaun.. =P)
hihihihi..
Oooo, jadi gajinya si syn 240 jt per tahun yah, dji… lebih dari 20 jt kan?
asik gak tinggal di batam? sharing donk.
internet di batam sedemikian mahal kah? Klo di JKT kan skrg udah ada fastnet. Jadi ketolong jauh di bandingin dulu andelin dial-down ( dial up )
Perusahaan mungkin melihat bahwa internet banyak digunakan untuk chatting, ngeblog, Fs …sehingga mengurangi peroduktivitas kerja. Saat saya masih aktif di perbankan, nggak ada waktu untuk ngeblog, untuk meng up date fs paling sebulan sekali, dan menggunakan jaringan di rumah (bayar sendiri). Kapasitas emailpun dibatasi, kecuali yang posisi GM…akibatnya jika ada surat menyurat, draft agreement…malah dialamatkan ke emailku..kata mereka kan email ibu yang nggak dibatasi…..wahh…payaaah….