Business Mentoring Workshop

08Nov07

*sekali-kali kepingin posting dengan kata-kata yang lebih santun ahh he3x*

Hari Minggu yang lalu, seorang kawan mengajak saya untuk menghadiri preview tentang penanaman modal *setidaknya itu yang saya tangkap dari bunyi SMS-nya*. Preview bertempat di salah satu hotel yang terletak di daerah Penuin, Batam.

Awalnya ada rasa engga untuk ikut. Acara dimulai Pk 3:00, namun SMS baru saya diterima Pk 2:45. Lokasi hotel membutuhkan jarak tempuh sekitar 20 menit *sudah ditambah dengan waktu tersesat* dari tempat tinggal saya. Selain itu, saya kehabisan baju bersih! Sejak pertengahan bulan lalu, saya sudah memutuskan untuk berhenti menggunakan jasa laundry. Selain penghematan juga belajar menjadi ibu rumah tangga yang baik he3x. Satu-satunya baju bersih akan saya gunakan ke kantor keesokan harinya. Namun dari semua alasan, yang paling sulit di-counter adalah saya sedang seru-serunya nonton serial Jericho, yang sedang memasuki adegan perang perebutan makanan. Walau tiba-tiba bumi terbelah dua, saya HARUS dan WAJIB menyelesaikan tontonan terlebih dahulu *hiperbola euy*

Tapi takdir memang kejam *halah* Saya mematikan laptop dan tukar baju dengan pikiran “halah, saban hari nonton mulu, gak produktip euy”. Meluncurlah saya ke TKP dengan satu-satunya baju bersih yang besok akan dipakai lagi.

Di lobi, seorang kawan yang ramah menyambut saya yang pikirannya masih berada di tengah perang perebutan makanan. Kawan saya memulai percakapan:

Kawan: Wah, kamu tinggi yah?  *maklum, ini pertama kalinya kami bertatap wajah*
Saya: …  *masih belum nyambung*
Kawan: Iya, tinggi yah?
Saya: Erh..  *mulai sedikit ngeh*
Kawan: Yah, tinggi yah?
Saya: Errh mm..  *bingung nyautnya*
Kawan: Tinggi banget yah?
Saya: Hehe..  *makin bingung, jadi cengengesan aja deh he3x*

Kemudian kami naik ke lantai 2 menuju ruang presentasi. Di depan ruang, samar-samar terdengar seorang pria bicara dalam bahasa Inggris dengan logat Singapur (baca: Singlish). Sewaktu mengisi buku tamu lengkap dengan nomer telefon dan nama perujuk, saya sedikit curiga “wah, jangan-jangan MLM nih, tapi udah kadung nyampe euy, masuk aja deh.”

Setelah mendengar presentasi beberapa lama, saya mulai tertarik. Acara diselenggarakan oleh sebuah badan usaha bernama BMW – Business Mentoring Workshop. Core business perusahaan ini adalah investasi dengan memberikan bimbingan dan bantuan modal kepada calon pengusaha kecil menengah (UKM) untuk memulai dan mengembangkan usahanya.

Untuk mendapatkan kucuran dana, ada beberapa langkah yang harus dilakukan:

  1. Calon pengusaha diwajibkan mengikuti pelatihan yang diselenggarakan BMW. Materi pelatihan terdiri dari penyuluhan mengenai teknis pengembangan usaha, leadership serta penanaman pola pikir positif. Biaya pelatihan harus dibayarkan sebesar 3 juta rupiah.
  2. Calon pengusaha mengajukan proposal kepada BMW. Jika tidak memiliki ide, BMW dapat memberikan beberapa ide yang dapat diimplementasikan sesuai visi calon pengusaha.
  3. Proposal akan dipelajari terlebih dahulu oleh para investor (pemilik dana). Jika dirasa menarik dan memiliki prospek yang baik maka proposal akan diluluskan dan dana akan dikucurkan sesuai kesepakatan.

Yang menarik, bantuan dana diberikan tanpa jaminan dan bunga, namun diterapkan sistem pembagian keuntungan sampai jangka waktu tertentu. Para investor tidak akan intervensi dalam pengelolaan usaha. Saya pun bertanya-tanya, bagaimana investor mengetahui besarnya keuntungan yang diperoleh?

Rupanya BMW menerapkan sistem saling percaya dengan para pengusaha UKM dengan moto “apa yang kamu tabur, itu yang akan kamu tuai”. Dalam masyarakat low trust society seperti Indonesia (maaf, ini banyak unsur subjektifnya), hal ini tentunya sangat luar biasa. Dengan mudahnya pengusaha dapat ‘melarikan’ dana bantuan serta memalsukan proporsi keuntungan yang didapat. IMHO, ini merupakan lubang yang sangat besar. Namun sekali lagi, pandangan ini sangat subjektif. BMW sendiri pasti memiliki pertimbangan tersendiri dengan menerapkan sistem se-‘berani’ itu.

Melihat lahan pekerjaan yang semakin sempit, cari pekerjaan makin sulit, daya beli masyarakat makin menurun, rakyat miskin makin bertambah (walau menurut BPS jumlah rakyat miskin berkurang *dulu pernah baca, namun sekarang terlalu malas mencari sumbernya he3x*), saya melihat BMW menawarkan kesempatan yang sangat baik. Jika memang berjalan dengan baik, tentunya dapat meningkatkan taraf hidup masyarakat. Jadi hayuh, bagi yang berminat untuk membuka usaha sendiri, namun terbentur dana, BMW menawarkan solusi untuk saudara-saudara sekalian. Selamat berusaha😀

Info lebih lanjut mengenai BMW dapat dilihat di:
http://www.bnp-bmw.com
http://www.bmw-batam.blogspot.com

PS: Saya tidak berafiliasi sama sekali dengan perusahaan di atas, pun tidak dibayar untuk berpromosi, sungguh. Hanya membantu meneruskan informasi saja he3x.



8 Responses to “Business Mentoring Workshop”

  1. 1 mahli

    Personally, gw liat ini susah diterapin di indo, unless there’s some guarantee (seperti asuransi lah, ato kenal dekat dengan pengusahanya). But then again, kl punya duit nganggur (as if :P), sayang jg sih. Lumayan kl bisa ngasih kesempatan ama org lain.

    Justru itu ham, gw bilang lubang besar. Lha wong investor dan calon pengusaha gak saling mengenal. Siapa aja bisa ndaftar jadi calon pengusaha hanya dengan mengikuti training. Yah tapi mana tau. Kalau memang berhasil bisa mengangkat perekonomian.

  2. Hati-hati aja penipuan hehee… Sudah tau kabar Maxgain International alias Graha Finesha Berjangka telah dibekukan?? Karena menipu karyawannya sendiri lagi. Kayaknya ada beberapa orang juga deh angkatan 2002 yang tertipu dan tergiru tertarik bekerja disini waktu baru2 lulusan hehehe….Gw pernah ditelpon tapi ga dateng interview…

    Ha3x, jadi ingat. Dulu hampir tiap bulan ditelfon sama MaxGain. Tapi setelah mendengar isu-isu kurang sedap akhirnya gw tolak dengan tegas dan dia nyerah juga😀

  3. udah maen reksadana ajah… =D untuk mulainya ga perlu dana gede.. 500rb jg bisa.. tinggal tunggu 1thn biar si manajer investasi yg bekerja, minimal dapetlah 10% tapi syaratnya jgn jantungannya, uang kita bisa kadang2 bs minus😛

  4. oh iya, kalo kondisi pasar lagi bagus, setahun bisa untung sampe diatas 50% lho =D

    mari kita galakkan pasar saham indonesia, sehingga investor dari lokal makin banyak dan bisa memperkuat ketahanan finansial negara kita =D

    Sepertinya agak beda yah Bob. Kalau main saham, posisi kita sebagai pengusaha pasif karena orang lain yang mengelola usaha. Kalau ini, kita yang mengelola usaha. Selain itu, gw bilang baik karena ada lapangan pekerjaan yang dibuka. Tapi ya sebenarnya kembali lagi ke tujuan awal. Kalau tujuannya finansial semata, investasi saham lebih mudah dan tidak perlu berpusing-pusing ria. Kalau ingin menjadi pengusaha yang mengelola bisnis sendiri dan menciptakan lapangan pekerjaan, perusahaan ini bisa membantu *promosi lagi he3x*

    Btw, reksadana ini produknya BNI yah? *pantes elu nyebut-nyebut mulu😛 *

  5. reksadana gtu kacau lagi kalo lo salah naro duit… tapi yah, who am I to judge?

    and by the way, dengan pikiran gue yang amat sangaaat pesimis dan cynical ini, menurut gue tu pengusaha juga punya risk minta dana ke BMW, lah jelas2 ada modal awal 3jt buat training, sapa yang jamin abis sang pengusaha training, tu dana bakal ngucur?

    Betul may, si calon pengusaha perlu ngeluarin modal awal 3juta + waktu + tenaga + ide dan bisnis bisa jadi gak sukses. Tapi coba kita kalkulasi modal untuk usaha si calon pengusaha. Usaha yang diperbantukan adalah UKM, yang bisa diklasifikasi berdasarkan jumlah pegawai. Usaha kecil punya pegawai antara 5-10 orang, usaha menengah 11-50 orang (CMIIW).

    Uang 3 juta itu jika digunakan untuk membayar gaji pegawai dengan usaha paling kecil dan pegawai paling sedikit aja masih di bawah UMR. Jadi resiko yang ditanggung calon pengusaha itu tidak signifikan *jadi inget JK he3x* dibandingkan dengan para investor.

  6. mei2:
    bukan produk BNI kok.. gw beli produknya manulife ama mandiri😛 satria jg maen tuh.. malah dia lebih bnyak untungnya dari gw.

    Hohoho, mantabh mantabh nih rupanya. Emang sumber penghasilan tuh gak bisa cuman 1 yah he3x. Btw, kenapa gak langsung maen stock lewat broker aja Bob? Jauh lebih fluid, resiko besar tapi dapetnya maknyus euy he3x.

  7. mei2:
    alasan kenapa ga maen ndiri:
    1. Ga ngerti secara detail
    2. Ga punya waktu karena kerja
    3. Ga punya modal besar, karena untuk maen saham minimal harus beli 1 lot (500 lembar saham)

    Sebenernya kalo maen saham kalo mau untung gede tuh beli saham IPO (saham perdana) harganya masih murah dan kemungkinan naeknya gede, si ardhita sudah melakukannya kalo gw sih untuk skrg masih puas dengan reksa dana. lagian ga ada modal hehehe.. nih contohnya kalo lo beli IPO langsung untung berlipat2:

    http://www.detikfinance.com/index.php/detik.read/tahun/2007/bulan/11/tgl/09/time/124539/idnews/850448/idkanal/6

    Modalnya gak harus besar Bob, tergantung harga sahamnya. Mengenai harga bisa dipantau dari internet. Emang tuh kalo beli pas IPO biasanya untung besar cuman gw gak punya infonya. Jadi kepingin nulis tentang investasi saham neh. Btw, elu crita tentang reksadana di blog lu dong Bob, biar bagi-bagi ilmu kita🙂

  8. *baca komen*
    *skrol ke atas liat titel blog*
    *baca komen lagi*
    *liat yu-er-el*

    hmm…. ini beneran blog syn tp kok serasa baca blog market review which gw cuma ngerti yada-yada-tralalala-trilili-bla-bla-bla-bagara-bagara…duit. tops deh omongannya😀 ntar ajarin gw yak kalo pengen tanem biji duit biar jadi po’on duit😛

    *jadi malu* Bolhe bolhe aja, asal taripnya cocok😛


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


%d bloggers like this: