Anak Hilang

29Nov07

Kemarin gw melakukan belanja mingguan. Belanja mingguan adalah belanja yang dilakukan setiap minggu *penting yah* yang materinya terdiri dari susu, indomi, sereal, pembersih wese, deterjen baju, dst. Seperti biasa, gw belanja di Hypermart Nagoya Hill. Sebenarnya gak ada yang istimewa dari supermarket ini, namun ada 2 alasan. Yang pertama dekat. Yang kedua, gw bisa numpang bus Puri Garden karena setiap sore pada jam pulang kerja, hotel selalu menyediakan bus untuk mengangkut para pekerja dari kantor. Kebetulan lokasi Nagoya Hill terletak di seberang hotel, jadi gw hemat ongkos he3x.

Suasana hati sedang kurang baik sewaktu keluar dari kantor. Pasalnya, seorang kawan yang merupakan tester handal untuk aplikasi yang sedang gw kembangkan ditugaskan ke kantor cabang Timur Tengah selama 6 bulan. Padahal dia adalah tester teladan karena sangat tanggap, teliti, tabah, dan tidak suka menunda pekerjaan sehingga feedback yang gw perlukan terakomodir dengan sangat baik. Awalnya kawan ini akan berangkat akhir Desember, ternyata dia mau ambil cuti dulu untuk pulang kampung yang jatuh besok. Pusing deh gw.

Di Batam, kendaraan umum dapat digolongkan menjadi 4 golongan besar yaitu angkutan umum berupa bus dan angkot, ojek, taksi dan taksi angkot. Bus dan angkot memliki trayek tersendiri namun belum menjangkau seluruh wilayah Batam, bahkan trayek yang ada masih sangat minim. Taksi angkot merupakan mobil pribadi yang difungsikan oleh pemiliknya sebagai angkot, dapat mengangkut banyak orang dengan berbagai tujuan yang sejalan, namun tidak memiliki trayek khusus. Yang paling banyak adalah ojek dan taksi angkot.

Ojek adalah transportasi favorit gw. Well, gak bisa dibilang favorit karena menyebabkan wajah berbedak debu dan plumbum hasil pembakaran truk kontener yang tidak sempurna, rambut berantakan seperti singa, tubuh berkeringat sampai lepek, belum lagi cara mengemudi yang membuat penumpangnya semakin mendekatkan diri pada Yang Maha Kuasa. Namun paling sering menjadi pilihan karena banyak tersedia, cepat dan murah.

Di Batam, setiap pengendara sepeda motor diwajibkan memakai helm. Gw pernah sekali ditangkap karena gak pake helm, kapok deh. Karena itu, kemanapun gw pergi selalu menenteng helm. Sebenarnya tukang ojek selalu menyediakan helm untuk penumpangnya. Namun kualitas dan kebersihannya diragukan. Entah stereoform pelindung kepala yang sudah lenyap sehingga helm tinggal kerangka luar yang tentu saja kehilangan fungsi pelindung kepala, atau berbau aneh karena sudah dipakai oleh ribuan orang lainnya.

Kembali ke supermarket. Hypermart melarang pengunjungnya untuk membawa helm. Di depan supermarket tentunya disediakan tempat penitipan. Namun tertulis besar-besar, “Tidak menerima penitipan helm dan jaket.” -.-; Akhirnya helm gw taruh di bawah pohon natal bersama dengan kotak-kotak hadiah yang terbungkus rapih di depan supermarket. Kata mas-mas yang jaga disana “kalo ilang gak nanggung loh ya” “iyah (dalam hati: kayak ada aja yang mo nyolong helm butut gw)”

Saat menyusuri rak biskuit, telinga gw menangkap tangisan iba seorang anak kecil di ujung rak. “Ibuuhu hu hu.. Ibhuu hu hu..”. Seketika insting gw menyimpulkan, anak ini hilang. Gw jadi teringat masa kecil dimana gw termasuk anak yang sering hilang kalau diajak berbelanja ke supermarket oleh mami. Masih terbayang rasa horornya, sendirian di tengah manusia-manusia besar yang hanya memandang sejenak kemudian berlalu.

Gw menghampiri anak ini, gw gandeng tangannya, “Yok, sama tante yuk. Kita cari Ibu.” Anak ini menolak pegangan tangan gw sambil menangis makin kencang. “Ayuk Dek, kita cari Ibu.” Tangisannya makin menjadi-jadi. Saat itu lewat seorang bapak muda dengan dua orang anaknya. Si bapak memandang gw dari atas sampai bawah yang membuat gw berpikir, “mangnye tampang gw kayak pelaku child trafficking apeh?!” Kemudian si Bapak berlalu dengan santainya.

Gw bingung, gimana caranya gw nolong si anak sedangkan dia sepertinya ketakutan sama gw. Memang harus diakui, tampang gw kurang meyakinkan saat itu. Langsung dari kantor, muka berminyak, baju lepek, tampang kusut, rambut berantakan, serta menenteng sebuah tas tangan penuh debu. Wajar kalau dimata sang anak, gw lebih mirip gorgom daripada satria baja hitam. Sempet berpikir untuk ninggalin anak itu, karena ibunya juga pasti mencari. Gw lihat lagi wajah anak itu yang sudah berlumur air mata, gak tega.

Di ujung raknya yang satu lagi, terlihat seorang mas muda sedang sibuk dengan HP-nya. Wajahnya terlihat polos jadi teorinya si anak akan lebih nyaman sama dia. Masalahnya gw kurang yakin kalau dia pegawai supermarket. Sewaktu sudah dekat, gw membaca tulisan di bagian belakang kemejanya: Boomerang. Uhh, rasanya familiar banget, but I can’t remember apa. Gw berpikir keras dan mengambil kesimpulan, “Ohh, merek pembersih lantai kali yah” secara gw baru melewati raknya. Gw melihat nametag di bagian depan kemejanya yang semakin memperkuat keyakinan gw bahwa dia adalah pegawai Hypermart.

Kucluk kucluk, gw menghampiri, “Mas, itu ada anak hilang. Mungkin bisa tolong dibawa ke informasi?” “(terbengong sejenak) Oo..oh.. iya iya..” Lega, gw berjalan-jalan ke rak lainnya. Tidak sampai 2 menit kemudian terdengar pengumuman dari bagian informasi, “Perhatian perhatian. Ditemukan seorang anak perempuan berusia 3 sampai 5 tahun memakai baju bla-bla-bla.” Saat tiba di kasir, gw melihat anak tersebut sedang digandeng oleh ibunya. Sukurlah kalau sudah ketemu.

Selesai berbelanja, gw nyegat ojek untuk kembali ke kosan. Di atas ojek, gw berpikir tentang si Mas. Tulisan di kemejanya sangat membuat penasaran. Ring a bell banget, tapi kok gw gak inget yah. Pembersih lantai gak yakin deh. Sampai tiba di kamar, gw beres-beres belanjaan dan nyalain mek untuk melanjutkan nonton The Apprentice. Di samping mek, tergeletak sebuah brosur yang didominasi warna hitam merah. Sangat mirip dengan kemeja si Mas. Di sana tertulis besar-besar, “Boomerang, Australian Steak”



7 Responses to “Anak Hilang”

  1. and the relation is????

    mangnya harus ada relasi hah, HAH?! Satu orang, jawab!! *jadi teringat masa-masa 5 tahun yang lalu he3x*

    Ermm, maksudnya relasi apa yah? *bingung*

  2. 2 cardepus

    Eh…gw tetep panasaran, nasib helm elo yang diumpetin dibawah pohon natal gimana tuh? Apakah ada yang nyolong??

    Kagak dong, kan abis belanja gw ambil lagi tu helm dengan sukses. Lagian, sekali lagi, mana ada copet yang mo ngambil helm gw. Dosanya dia gak sebanding sama harga helm gw😛

    Gw panasaran juga….emangnya tampang elo semenyeramkan gimana sih? Sampai tuh anak kaga sudi ditolong ma elo malah lebih memilih pria dari “Boomerang, Australian Steak”

    Ermm… pertanyaan yang sulit dijawab inih he3x.

  3. jadi intinya lo ga enak gitu ama si mas2 bumerang krn ngirain dia pegawai supermarket situ?

    Hiyah, Boby dapet ponten 100 deh he3x

  4. kalo ngeliat title bar browser skr ini… “Anak Hilang Akhirnya punya blog juga…” tu anak lo kasih hadiah blog? ckckckck..

    He3x, bisa aja nih Iang😀

  5. hahaha iang pemikirannya sama kayak gw..

    gw simpulin deh,

    daripada menghadapi rimba jalan bersama tukang ojek, seharusnya tokoh utama kita ini bisa menghampiri si tukang steak dan berharap mendapatkan sesuap Sirloin

    Humm, nice idea😀

  6. 6 adji

    uhuyy.. mau dong disuapin sirloin ama mas2nya.. apalagi kalo mas2nya ganteng.. hahahah

    ~sangat melenceng dari judul postingan =P

  7. halo sis batam jg yah? hehh


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


%d bloggers like this: