Why I Love My Company

01Dec07


Semasa saya baru lulus dari bangku universitas dan bekerja formal untuk pertama kalinya, sering berdengung pepatah berikut, yang kata kawan-kawan, pepatah orang pintar,

Love the job, not the company, not the boss

Yang terjadi pada saya saat ini justru berbeda. Saya cinta dengan perusahaan tempat saya bekerja saat ini, sungguh cinta mati he3x. Tetapi bukan berarti saya tidak suka dengan pekerjaan atau bos. Pekerjaan saya cukup menarik, walau hectic. Bos saya baik-baik saja, bahkan cukup murah hati dan fleksibel.

Jika berbicara tentang tunjangan kesehatan, transportasi, dsb, mungkin sudah termasuk hal biasa bagi karyawan yang bekerja di perusahaan yang cukup stabil. Ketika saya ke Jakarta, bertemu kawan dan sharing tentang kantor, hampir semuanya mendapat tunjangan serupa. Namun ada beberapa hal yang menurut saya istimewa, karena meringankan beban hidup karyawan di jaman yang makin susah ini.

Setiap bulannya, diadakan pemberian makanan gratis kepada seluruh karyawan. Bentuknya tidak berupa pembagian makanan mentah seperti sembako, namun perusahaan mengadakan sejenis pesta sederhana dimana karyawan dapat membawa seluruh anggota keluarga untuk makan disini.

Pernah ada kawan kantor yang ingin membuat kacamata. Sesuai prosedur, sang kawan harus meminta surat keterangan dari divisi. Setelah surat keterangan diberikan, staf divisi meminta kawan untuk pergi ke bagian pengambilan uang tunai. Tentunya kawan saya bingung, karena biasanya karyawan tidak langsung diberikan uang tunai. Rupanya di bagian pengambilan uang tunai, ia diberikan uang transportasi untuk ke optik. Waktu mendengar ini saya takjub. Bagi saya, penebusan uang membuat kacamata saja sudah cukup, namun ini sampai diberikan uang transportasi.

Hal terakhir yang paling membuat saya kagum terjadi beberapa bulan yang lalu. Saya mendapatkan surat berisi pengumuman untuk mengambil susu bagi karyawan yang memiliki anak balita. Ternyata diadakan pembagian susu gratis. Setiap anak mendapatkan 2 kg susu bubuk per bulannya. Jika karyawan memiliki 3 orang anak, maka mendapatkan 6 kg susu, dan dibagikan setiap bulan. Tentunya sangat meringankan mengingat harga susu anak yang menjulang tinggi. Namun saya tidak dapat karena saya belum punya anak, menikah saja belum he3x.

Selain hal-hal tersebut di atas, perusahaan sering mengadakan pembagian pernak pernik berupa baju hampir setiap bulan, termos, jas hujan, dll, yang sedikit banyak membantu karyawan untuk menggapai kehidupan yang lebih baik.

Saya merasa perusahaan sangat peduli dengan kesejahteraan karyawannya. Minimal untuk kebutuhan sandang dan pangan, karyawan tidak perlu khawatir sehingga karyawan dapat fokus untuk bekerja semaksimal mungkin demi memajukan perusahaan. Semoga saja perusahaan-perusahaan lain dapat mengikuti jejaknya.

Akhir kata,

Jika bekerja disini, makmur belum tentu (karena relatif untuk tiap orang), namun sejahtera, Insya Allah iya😀



5 Responses to “Why I Love My Company”

  1. Oooohh…..
    Menikahlah denganku….

    Urmm.. pikir2 dulu deh ya😛

  2. nah, tuh.. dah ada ajakan.. biar dapet susu bayi gratis tuh

    Setelah elu aja deh, May😀

  3. Wahh kantornya pinter juga memberi perhatian.

    Iyah Bu, saya jadi makin betah kerja disini🙂

  4. selamat sampean mendapatkan perusahaann yang mencintai karyawannya, selamat juga sampean bekerja yang memperhatikan kesejahteraan karyawannya .

    Dammn..perusahanku ku ndak kayak gitu…laah si selamat tadi kemana ???🙂

    😀

  5. bagus tuh perusahaannya,,,

    Makasih..😀


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


%d bloggers like this: