Promises: Children of Hope

31Dec07

Beberapa hari yang lalu gw ketemu sebuah blog bagus dan ketemu tulisan tentang kelompok gay di Iran yang hak asasinya disunat, yang dikisahkan dalam film dokumenter berjudul “Out of Iran”. Iseng-iseng gw cari di yutub, ketemu liputannya yang ditayangkan oleh televisi Kanada.

Promises

PromisesDan memang gw lagi beruntung. Di bagian related-clip, gw menemukan sebuah filem dokumenter berjudul Promises. Filem ini menampilkan opini tentang konflik Israel-Palestina dari sudut pandang anak-anak Israel-Palestina yang tinggal di daerah konflik. Adalah B.Z. Goldberg, seorang jurnalis Yahudi yang lahir di Boston namun tumbuh besar di pemukiman Yahudi di Yerusalem, yang mencetuskan ide brilian untuk membuat filem dokumenter ini sekaligus berperan sebagai pewawancara.

Berikut trailer-nya,

FYI, paragraf di bawah merupakan paparan mengenai inti cerita dan pesan yang disampaikan filem. Gw menyarankan untuk men-skip tulisan di bawah, karena tulisan gw yakin tulisan gw di bawah tidak menyampaikan cerita seindah dan menyentuh seperti di filem, bagi pembaca berikut:

  1. Yang punya benwit berlebih, sehingga bisa nonton langsung dari yutub, plus syuting update-an 4 tahun kemudian disini.
  2. Fakir benwit yang berniat untuk membeli filemnya langsung atau akan berkesempatan untuk menonton.
  3. Fakir benwit yang punya niat besar untuk menonton, tapi gak punya akses ke filem. Bagi golongan ini, silahkan japri ke gw. Kalau memungkinkan akan gw kirimkan CD yang isinya klip dari yutub (format .flv), yang bisa diputer dengan vlc. Promises adalah filem non-profit. Dari situ gw menyimpulkan boleh dibagikan secara gratis, CMIIW.

Intinya, kalau bisa nonton, jangan baca sinopsis di bawah😛

Gw sendiri sebenarnya kurang paham tentang konflik kedua negara ini. Semasa gw SD, bokap wajib nonton yang namanya Dunia Dalam Berita. Program berita dari dalam dan luar negri yang ditayangkan seluruh stasiun TV setiap hari Pk 21:00 WIB. Setiap kali berita ditayangkan, hampir selalu kata konflik, Hamas, Jalur Gaza disebut, disertai gambar wanita berkerudung, anak-anak serta pria berseragam militer. Tapi gw gak ngerti kenapa kedua negara ini perang terus sejak gw mulai bisa mengingat sampai sekarang. Mungkin perang terlama yang pernah ada setelah gw dilahirkan (cailee… kayak gw orang penting ajah he3x).

Ketika gw menjejak ke perguruan tinggi, berita tentang konflik kedua negara belum surut. Bahkan ada kalanya di dinding-dinding kampus ditempel poster aksi damai turun ke jalan, doa bersama sampai hinaan dan kutukan seram, yang menyuarakan dukungan atau cacian terhadap salah satu pihak. Di titik itu, gw cuman mengambil kesimpulan bahwa perang terjadi karena masalah agama. Kalau sudah masalah agama, sulit dicari jalan damainya karena ada para garis keras terlibat. Bahkan ada teman yang ntah dengar dari paranormal mana bilang, “Israel dan Palestina baru akan damai saat dunia kiamat!” Ada-ada aja -.-“

Well, daripada berpanjang-panjang ria lagi, bagusan gw cerita filemnya aja. Sekali lagi, untuk orang-orang dengan tiga kriteria di atas gw sarankan untuk tidak membaca.

——————————————————— mulai ——————————————————–

Israel-Palestine TerritorySyuting dilakukan selama 3 tahun, 1997-2000 dimana ketegangan Israel-Palestina sedang berada di titik terendah. Tanah konflik bisa dibagi menjadi 2 teritori besar, yang dikuasai oleh Israel dan Palestina. Teritori Palestina meliputi Jalur Gaza dan Tepi Barat.

Banyak wilayah di Tepi Barat yang dianggap penting oleh kaum Yahudi berkaitan dengan kepercayaan mereka. Wilayah-wilayah ini ditaklukkan oleh Israel dan dibangun menjadi pemukiman Yahudi. Pemerintah Israel bahkan mendorong rakyatnya untuk menempatinya. Untuk membatasi pemukiman dengan daerah luar (daerah orang Palestina), digunakan pagar kawat besi yang dijaga oleh militer Israel.

Yerusalem yang merupakan kota suci bagi kedua belah pihak terletak di perbatasan kedua teritori. Yerusalem Barat di dalam teritori Israel dan Yerusalem Timur di teritori Palestina.

Dalam Yerusalem, terdapat suatu wilayah yang disebut Kota Lama. Sebelum tahun 1860, Kota Lama sama dengan Yerusalem. Setelahnya, kota Yerusalem melebar mencakup daerah-daerah sekelilingnya. Sekarang ini, daerah Yerusalem di luar Kota Lama sering disebut Yerusalem modern.

Di dalam Kota Lama, terdapat peninggalan-peninggalan sejarah yang dianggap sangat penting bagi kedua belah pihak. Di antaranya terdapat Masjid Al-Aqsa dan Kubah Shakhrah yang merupakan peninggalan penting umat Islam, dan Tembok Ratapan yang merupakan peninggalan terpenting kepercayaan Yudaisme, agama orang Yahudi.

Filem dimulai dengan BZ yang mewawancarai tentang latar belakang keluarga serta pandangan terhadap konflik. Ada 7 anak dari kedua pihak, dari anak-anak sekuler sampai garis keras. Mereka tinggal di Yerusalem, pemukiman Yahudi di Tepi Barat, dan pengungsian Palestina di Tepi Barat. Tempat tinggal mereka ini hanya berjarak tempuh kurang dari 20 menit, namun mereka tidak pernah saling mengenal, bertegur sapa, atau berkunjung ke pemukiman tetangga.

Salah satu penyebabnya adalah checkpoint yang diletakkan di setiap perbatasan Israel-Palestina. Checkpoint dijaga tentara Israel yang memeriksa mobil yang melewati perbatasan. Setiap mobil yang berpelat Israel dapat melewati checkpoint hanya dengan melambai saja. Namun mobil berpelat Palestina akan diperiksa dengan teliti beserta seluruh penumpangnya. Setiap penumpang Palestina yang akan memasuki wilayah Israel harus memiliki ijin tertulis yang dikeluarkan oleh militer Israel.

Anak-anak ini tumbuh dengan asupan informasi yang berbeda mengenai konflik sehingga mereka juga merasakan terlibat dalam konflik seperti yang terjadi pada leluhurnya. Namun ternyata anak-anak ini luar biasa open-minded dan bijaksana. Mungkin karena usia mereka masih sangat muda, 9 -12 tahun, sehingga akar konflik belum menancap begitu dalamnya seperti pada pendahulu mereka.

BZ banyak menceritakan kepada mereka ini mengenai anak-anak dari pihak seberang disertai dengan foto-foto. Lama-kelamaan, mereka mulai tertarik untuk lebih mengetahui satu sama lain (karena syuting dilakukan dalam waktu cukup lama). Seorang anak Palestina bernama Faraj, yang pada awalnya membenci orang Israel karena melihat kawannya ditembak tentara Israel pada masa Intifada, memiliki inisiatif untuk melakukan kontak dengan anak Israel kembar bernama Yarko dan Daniel yang tinggal di Yerusalem Barat.

Deheishe Refugee CampMelalui telepon, Faraj mengundang kedua anak tersebut untuk berkunjung ke rumahnya di sebuah pengungsian di Tepi Barat bernama Deheishe. Pemukiman Yarko dan Daniel tidak dapat dikunjungi Faraj karena checkpoint. Menurut BZ, pengungsian Deheishe berbahaya bagi orang Yahudi karena penghuninya adalah orang-orang Palestina yang terusir dari tanahnya di wilayah Tepi Barat yang telah dikuasai oleh Israel. Mereka telah hidup turun temurun selama 3 generasi di pengungsian dan mendamba untuk kembali ke tempat asal mereka, “Israeli just don’t come to Deheishe”.

Setelah mendapat persetujuan dari orang tuanya, si kembar ditemani BZ berkunjung ke tempat Faraj. Kedua anak itu menghabiskan waktu bersama dengan Faraj dan kawannya seharian. Di penghujung hari, anak-anak itu menjadi teman dan mengerti perasaan satu sama lain. Kebencian menguap berganti menjadi persahabatan. Namun sayangnya tidak lama setelah syuting selesai, Intifada kembali pecah pada musim gugur 2000. Persahabatan mereka terputus seiring dengan hubungan kedua bangsa yang memburuk. Harapan akan perdamaian pupus dengan komentar skeptis yang meluncur dari mulut mereka, 2 tahun setelah mereka menghabiskan waktu bersama. Namun mereka sepakat bahwa perdamaian akan mungkin terjadi jika kedua pihak bertemu.

——————————————————— selesai ———————————————————

Andaikan para pemimpin se-open-minded dan setulus anak-anak yang masih sangat muda ini, mungkin perdamaian sudah tercetus berdasarwa-dasarwarsa yang lalu dan seperti kata Daniel, “the lost of lifes were not unprevented”.

 

Btw, Happy New Year 2008! Wish you all the best and a better world for everyone🙂

 

Notes:

Gambar pertama diambil dari sini. Gambar kedua di-skrinsyut dari filem. Gambar ketiga dari sini. Dan gambar keempat dari filem.



25 Responses to “Promises: Children of Hope”

  1. 1 cardepus

    Sebenarnya perang Israel-Palestina itu perang gara2 keegoisan manusia atas nama agama.

    Kedua belah pihak sama2 patut diasihanin. Keduanya pengen akur, cuman para pejabatnya saja yang sama2 ga mau ngalah.

    Katanya (namanya juga katanya, ga ada bukti dan ga mutlak bisa dipercaya) saat Israel-Palestina akur, saatnya kiamat. Hi…serem yah, mendingan mereka berantem aja terus atuh biar kaga kiamat2😛

  2. 2 cardepus

    Gw udah nonton. Tanggapan gw: anak cowok yang kembar itu ganteng yah😛

    Whahaha, gw udah duga bakalan ada yang komen kek gini😛   Emang ganteng tuh, terutama Daniel pas “2 years later”. Kalo lu nonton update-annya yang disyut pas tahun 2004 (si kembar lagi ikut wamil), wajahnya berubah euy😐

  3. Fakir benwid…😦

    Happy New Year aja dulu.😛

    Duh kesian😛
    Happy new year juga, titip salam tuk ‘penunggu’ gunung😆

  4. Apa dan mengapa dan kok ndak bisa diakhiri dan apa yang mereka maui..?

    Euh maap, saya orangnya gak ngertian. Maksudnya gimana?😕

    saya ndak tahu sama dengan ketedikatahuanku mengapa benwithku hancur lebur sehingga tak bisa nonton yutub.

    Kalau ini mah pasti bayarnya kurang😛

    selamat tahun baru 2008 . Nonton ndangdutan di engku Putri semalam..?🙂

    Engga Mas, saya nonton kembang api di deket OB-terminal. Ngliwatin beberapa panggung dangdut sih, tapi kejebak macet jadi batal mampir deh:mrgreen:

  5. Sin, thanks ya dah copyin filemnya.
    Belum nontoh juga tuch.. meski dah lewat liburan bbrp kali.
    Jadi thanks ya sinopsinya, aku kyknya harus segera nonton..🙂

    sama-sama:mrgreen:

  6. 6 ennolaghee

    ntar gw minta kopi aja syn, gw ga bisa buka yutub di kantor nih. ngomong2, kemaren taun baruan trus kejebak macet, bareng siapa syn??? wkawkkwawka🙂

    Whehehe, bareng orang yang terobsesi jadi fotografer:mrgreen:

  7. children of hope? sepertinya pernah denger, tapi blm nonton. halah😀

    happy new year lebih 2 hari! hihihi…..

    ‘Children of Heaven’ kali yah, pernah diputer di rcti tu. Kalo yang ini judulnya ‘Promises’ aja, gak ada children of hopenya😛
    Met taun baru juga:mrgreen:

  8. Aku belum nonton filmnya..
    Tapi kalau Palestina mau mendapatkan haknya:

    1. mereka harus mampu melenyapkan kebencian (rasis) terhadap Yahudi, begitu juga dengan para pendukung Palestina. Mereka harus belajar dari penguasa2 Muslim terdahulu, dari masa Umar ibn Khattab, Salahuddin Al-Ayyubi (Saladin dari suku Kurdi), sampai penguasa-penguasa awal Dinasti Utsmani (Ottoman) seperti Bayezid II yang menerima kaum Yahudi tahun 1942 ketika Isabel dari Castille dan Ferdinan dari Aragon mengusir mereka.

    Pengusiran Palestina di masa lalu oleh Zionis, kekerasan yang dilakukan oleh Haganah, tidak bisa menjadi alasan untuk sebuah kekerasan rasial termasuk pengusiran Sephardim dan Mizrahi dari negara-negara Arab. Jujur saja, seandainya aku terlahir sebagai Sephardim di negara Mesir dan hidup di tahun 40-50-an, mungkin aku akan mengikuti jejak Eli Cohen sebagai mata-mata.

    2. Pemerintah Palestina harus menunjukkan bahwa mereka siap menjadi negara. Mereka siap menjadi negara yang melindungi segenap rakyatnya. Peristiwa perpecahan Fatah dan Hamas yang sampai berdarah-darah hingga didamaikan negara luar (Arab Saudi) adalah bukti bahwa mereka belum siap untuk menjadi sebuah negara.

    Siap menjadi negara di sini berarti,
    bersikap tegas untuk mereka yang tanpa hak, tanpa alasan, menyakiti warganya yang non-muslim, seperti yang dilakukan Sultan Bayezid II yang mengancam hukuman mati untuk umat Muslim yang mengancam Yahudi.

    Jujur saja, Israel lebih siap dalam hal ini.

    Gue pribadi kalau melihat Israel-Palestina:
    1. gue cenderung memihak Palestina, karena mereka terusir di awal berdirinya negara Israel.

    2. tapi gue harus jujur mengakui bahwa Israel lebih siap sebagai negara, selain melihat kemajuan mereka, gue juga berkali-kali melihat perlakuan mereka yang non-diskriminatif terhadap warganya yang muslim. Memang kadang-kadang ada rusuh tetapi umumnya tidak besar dan dapat dilokalisir.

    3. dan kalau mau menyalahkan, gue, mengikuti Leopold Weiss (wartawan agnostik Yahudi-Austria yang masuk Islam), akan menyalahkan penguasa-penguasa Utsmani terakhir yang berani-beraninya bermain api, sehingga daerah tersebut jatuh ke tangan Inggris.

    Dan di tangan Inggris yang tidak mengenal karakteristik daerah tersebut lah, kekacauan pun dimulai, terutama diawal dengan deklarasi Balfour, lalu dengan Amerika dan Inggris menolak imigran Yahudi (believe it or not! it did happened) maka mereka yang terusir di masa itu masuk besar-besaran ke Palestina (yang juga dikuasai Inggris plus deklarasi Balfour) tanpa persiapan kemungkinan konflik dan hal ini sudah diprediksi oleh Leopold Weiss (saat itu masih Agnostik) dan ia memrotes langsung kepada Chaim Weizmann pada masa gelombang ketiga dan keempat pengungsian terjadi.

  9. Oh ya, untuk tulisan Leopold Weiss yang kumaksud, berasal dari bukunya, “Road to Mecca“. Tapi kalau khusus untuk tentang pertemuannya dengan tokoh-tokoh zionist (yang kebanyakan terjadi saat ia masih Agnostik) bisa dilihat di
    http://www.mafhoum.com/press2/71P27.htm

  10. in war both sides suffer. maybe there’s a winner but what’s a winner?
    people on both sides die, both sides lose.

    huhuhu keren banget dialognya.

    suka nonton film indie yah?
    kewl,

    sempet bengong juga liat anak ce yang ngomong berapi-api itu. dahsyat banget bisa semangat gitu. nasionalis banget huhuhuhu
    tadinya saya pikir mereka bakal benrantem pas ketemuan huhuhuuh nggak taunya …
    pasti filmnya keren. ntar cari ah.
    revievnya juga keren

  11. Wahh komentar Kunderemp panjang amat…ehh saya belum nonton filmnya….

  12. weleh2.. kok selera oline jadi memihak anak kecil ginih.. yang demen anak kecil kan cuma gue doang line =p

    wah syn tumben mau bagi2in CD gratis.. gue nitip atu yak! gue juga pengen liat anak kecil yang kata oline lucu ituh =D

  13. 13 halo

    videonya yang di youtube sudah nggak ada….
    kalo bisa tolong diupluade ulang, saya penasaran sekali ingin menyaksikannya….

    terima kasih

    Baru cek lagi, ternyata emang udah diapus.

    Try this:
    http://video.google.com/videoplay?docid=1716489580121755023&ei=t11JSYT1G5Ds-gGyzuWABg&q=Promises&hl=en

    Update 4 tahun kemudian:

    http://www.youtube.com/watch?v=buus2T0MRnQ&feature=related

  14. FUCK ISRAEL!! FUCK AMERIKA!!

    Perdamaian tak pernah diungkapkan dengan senapan, karena yang diungkapkan dengan senapan hanyalah teroris dan Zeonisme.

    Sudah beberapa kali kilatan mentari dan redupan malam Israel menghujankan agresinya di wilayah Gaza. Tergambar jelas dalam layar syaraf ingatanku, betapa jelas dan terang 345 saudara-saudaraku tewas dan 1000 lainnya luka-luka.

    Krisis kemanusiaan terpampang di sudut negeri Palestina.

    Wahai saudara seimanku!!

    Demi karena ini, mari serentak, kita acungkan jari tengah kita, dengan meneriakkan: “Fuck Israel!! Fuck Amerika!!” Sebagai simbol perlawanan kita. Kita buat maju langkah kita. Laksana prajurit yang harus taat pada titah hati, kita maju!! maju terus berjuang sampai memperoleh kemenangan.

    “Fuck Israel!! Fuck Amerika!!”

    madah perlawanan kami kepadamu, Bagi kami tidak mengenal pendirian lain, kecuali menang atau hancur.

    sumber : http://www.asyiknyaduniakita.blogspot.com

  15. Dear Redaksi,

    Dude, watch your mouth in this blog. This is not your blog, and there’s no need to add fuel to the long gone posted post. Like the news said, it is unfairly reported, there’s not even a word about the Hamas initial agression to the civilian people, the agression that started it all. Please be educated. Though the Israel attack can not be validated after all.

    And by the way, jangan bawa-bawa iman deh, hanya orang2 yang berotak sempit yang merasa ini adalah persoalan agama, bukan persoalan tanah dan negara.

    Anyway, Mbak syn, ini yarko kan yang ditindik ituh, bukan daniel? Can’t see the four eyars later clip…

  16. 16 PEACE

    AGAMA KOK D RIBUTIN. t kn hanya sebagai pedoman hidup kita bkn d jadi in sesuatu yg salah. mw agama ny apa t kn urusan msg2 intern.. knp gt aja repot..

  17. 17 PEACE

    JADI SEORANG MAKHLUK SEPERTI MANUSIA ITU MERUPAKAN ANUGRAH.. sok2 mw bantu ribut lg.. yg lg pd perang biarin ja kt hidup ny ms damai jgn d buat jd keruh dong. dah tw laut asin tp ms mw ksh garam itu sm aja org bodoh..

  18. 18 What Ever

    @ Redaksi

    Pls deh jgn jd Provokator bro, pakai acara menghasut org laen tentang masalah agama,
    pakai otak dikit bro, ngapain ngurusin negara org, kalau di negara sendiri aja banyak masalah ga kelar-kelar, emang kalau boleh tau apa seh yg telah u perbuat bwt negara u? sampai2 u mau urusin negara orang. o_Oa use your brain bro !!!

  19. 19 nurul jannah

    assalamu’alaykum
    filmnya sepertinya menarik, sayang ga bisa download.
    anak-anak memang jadi korban dalam konflik Israel Palestina, yuk… qt do’akan yang terbaik buat mereka
    Sebagai seorang muslim, penderitaan muslim di belahan dunia lainnya tentu amat menyakitkan hati. Apalagi penderitaan tersebut diakibatkan oleh penjajahan dan pembantaian yang dilakukan oleh bangsa lain, dengan latar belakang agama yang berbeda pula.
    Penjajahan bangsa Yahudi atas tanah Palestina memang tidak terlepas dari agenda besar mereka yang meyakini bahwa Palestina adalah tanah yang dijanjikan. Sebenarnya ketika bangsa Yahudi terusir dari Jerman kemudian mengungsi ke Palestina, bangsa Palestina menerima mereka dengan baik. Yang menjadi masalah adalah ketika bangsa Yahudi memang tidak bermaksud untuk hidup berdampingan dengan bangsa Palestina, tapi ingin merebut dan menguasai. Caranya? pembantaian, bahkan pembuldozeran pemukiman-pemukiman Palestina (baik penghuninya ada di dalam rumah/tidak) terus mereka lakukan untuk memperluas wilayah.
    Kita juga harus memperhatikan, mengapa bangsa Yahudi selalu menjadi bangsa yang terusir. Sejak masa Babylonia, Nazi (Jerman) bahkan Perancis, Inggris dan beberapa negara Eropa lainnya pernah mengusir bangsa Yahudi. Beberapa pemimpin Amerika seperti Benjamin Franklin dan John F. Kennedy pun tidak menginginkan kehadiran bangsa Yahudi di negara mereka (Inilah yang menjadi penyebab pembunuhan keduanya).

  20. 20 nurul jannah

    Bangsa Yahudi memiliki karakter selalu ingin menguasai dan mendominasi, baik Pemerintahan ataupun Ekonomi. Mereka juga dikenal sebagai bangsa yang licik dan tidak pernah memenuhi janji.
    Kalau teman-teman memperhatikan shirah Rasulullah Muhammad SAW, bangsa Yahudi pun pernah diusir dari Madinah, karena mereka selalu melanggar perjanjian dan membuat kekacauan yang mengakibatkan ketidakstabilan politik dalam negeri’
    Pendudukan Israel atas Palestina juga tidak terlepas dari agenda besar AS, yang ingin memelihara konflik di timur tengah, wilayah yang kaya akan sumber daya alam. Selama konflik dipelihara, maka intervensi AS pun tetap bisa dilakukan. Ujung-ujungnya, AS mendapatkan keuntungan politik dan Ekonomi dari timur tengah. Itulah kenapa Obama mengatakan “kepentingan Israel sejalan dengan kepentingan AS. AS akan melawan negara manapun yang mengganggu kepentingan Israel”
    Gitu deh teman-teman….
    Jadi wajar kalo edel bilang, ‘ini kayanya perang terlama selama gw hidup”

  21. 21 nurul jannah

    menyikapi masalah Israel dan Palestina, memang ga boleh dengan emosi. Harus dicermati dengan pikiran yang jernih.
    Berbekal ayat Al Qur’an “Innamal mu’minuna ikhwah” (sesungguhnya setiap mukmin adalah saudara) dan hadits nabi “muslim yang 1 dengan muslim yang lainnya ibarat 1 tubuh”, maka kita harus peduli pada permasalahan mereka. Sembari berupaya melakukan langkah nyata untuk penyelesaian masalah.
    Sebelum terjebak dalam perang dunia I (yang juga merupakan rekayasa Inggris dan Perancis melalui anteknya di tubuh Utsmani), Khalifah Abdul Hamid (penguasa Utsmani) pernah menolak mentah-mentah permintaan Theodore Hertzl (pemimpin Yahudi Internasional) untuk menyerahkan wilayah Palestina ke tangan Yahudi. Saat itu Khalifah mengatakan “Tanah itu bukan tanahku, tapi tanah kaum muslimin”. Theodore Hertzl tak berkutik sama sekali. Kaum muslim butuh penguasa seperti Khalifah Abdul Hamid, tegas dan ditakuti. Itulah solusinya. Kalau sekarang belum ada, yuk kita wujudkan sama-sama

  22. 22 kimon

    jangan ngemeng doank..
    bantu saudara kita attuh..

  23. mreka manusia boy…………!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!

    prinsip dasar hidup manusia di dunia adalah memenuhi kbutuhan hidupnya.
    g da manusia yg bilang cukup untuk suatu ksenangan,
    tp untuk suatu ujian mreka akan bilang itu udah nglewatin batas.

    awas onde-onde panas……..!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!

  24. 24 Abah Zacky as-Samarani

    pkoknya happy new years terus, selamat berhappy terus…. dan selamat new years terus. Tiada hari anpa new year, ok?

  25. Incredible, such a helpful web page. http://bit.ly/2f0xJ92


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


%d bloggers like this: