English Course

25Feb08

Perusahaan gw adalah perusahaan yang sangat peduli dengan karyawannya. Salah satu wujud kepeduliannya dengan memberikan pelatihan kepada karyawan-karyawannya. Hampir tiap bulan karyawan mendapatkan pelatihan. Topik pelatihan berkisar dari yang berkaitan dengan pekerjaan sampai keterampilan tambahan seperti presentasi dan bahasa.

Salah satu pelatihan yang gw nantikan adalah kursus bahasa Inggris. Kursus ini diberikan kepada seluruh karyawan WNI (seluruh mencakup janitor, security, driver) secara bergilir karena keterbatasan ruang. Setelah menanti-nanti cukup lama akhirnya gw mendapat giliran, yang akan dimulai pada semester yang akan datang. Lusa adalah saatnya replacement test. Semoga gak malu-maluin😀

Selain WNI, diberikan juga kursus bahasa Indonesia untuk para ekspat. Gw jadi membayangkan diri bekerja di luar negri dengan bayaran dan fasilitas memuaskan, plus kursus bahasa nasional, pasti akan menyenangkan sekali. Kursus akan menjadi saat-saat yang paling gw nantikan. Asal jangan seperti seorang teman ekspat dari negara asal seorang vokalis Black Eyed PeasAsia Tenggara.

Beberapa waktu yang lalu, gw menerima pesan pendek,

“Are you busy right now?”

“Not really. What’s up?”
“I need to borrow 15 minutes of your time”
“Shoot”
“Sending it to your email”

Email-nya terdiri dari 4 paragraf esai bahasa Inggris beserta permintaan untuk menterjemahkan 2 paragraf terakhir karena 2 yang pertama sudah diterjemahkan teman Indonesia yang lain -.-“

Btw, PR-nya sulit juga loh, mengingat kursus baru dilaksanakan selama 1 minggu (2 kali pertemuan).

As I enter to my two storey dream house, it has three steps and about 3 meters walkway with grand welcome of landscaping.

Inside the house, there is a spacious living area, this area open until second floor which attracts the ceiling design together with 4 dim lights each corner and a simple but modernized chandelier at the center.

After the living area is the dining area. It was directly accessible to the garden at the rear of the house with wide sliding glass door which can be opened to enter the fresh air while eating.  The garden was covered by the trellis with flowering plants and can take a seat on the swing while watching the fish in a small artificial lagoon.

Going to second floor there is a curve stair. There is one master bedroom, 3 bedrooms, entertainment room and balcony which can be a place to relax while viewing the landscape of the entrance of the house and natural environment.

   



14 Responses to “English Course”

  1. *mencium indikasi pengunjung agar nerjemahin*

    ha3x, kagaklah, PR-nya udah dikumpul minggu lalu.

  2. Hehehe…udah mulai diterjemahkan belum?

    Akhirnya bukan saya yang ngerjain Bu, soalnya lagi kebanjiran kerjaan mendadak. Jadi dia minta teman Indonesia yang lain😀

  3. uhh.. rumahnya keren😛

  4. 4 mahli

    paragraf 3-nya agak lucu, pake past tense. jadi mungkin ini deskripsi rumah impian di masa lalu, sebelum ada perubahan di area perjamuan (hidup terjemahan literal :P)?

  5. 5 mahli

    oh ya sekalian, coba ah terjemahan literal😛

    After the living area is the dining area. It was directly accessible to the garden at the rear of the house with wide sliding glass door which can be opened to enter the fresh air while eating. The garden was covered by the trellis with flowering plants and can take a seat on the swing while watching the fish in a small artificial lagoon.

    Setelah daerah penghidupan adalah daerah perjamuan. Itu dulu dapat menjangkau langsung taman di bagian belakang dari rumah tersebut melalui pintu kaca bergeser lebar yang dapat dibuka untuk masuk udara segar (inggrisnya ngaco nih di sini :P) sambil (subjeknya yang hilang) makan. Tamannya dulu diselimuti (“covered” rada2 gak cocok, imho, dengan objek teralis) oleh teralis dengan tanaman berbunga dan (subjek yang hilang) dapat duduk di ayunan sambil mengati ikan di danau buatan kecil.

    Going to second floor there is a curve stair. There is one master bedroom, 3 bedrooms, entertainment room and balcony which can be a place to relax while viewing the landscape of the entrance of the house and natural environment.

    (kalimat pertamanya gak pas. kalimat keduanya salah bentuk. harusnya pake are. )
    udah ah males😛

    Weleh weleh, memang bapak yang satu ini teliti bener😀
    Btw, udah pindah ke Blande ya skarang?

  6. *puyeng*

    Masak lebih susah dari grid😛

  7. Wah.. kalo kemarin aku pas ikut yg English nya, dikasi soalnya yg Indo, bisa susun balik paragrafnya lebih bagus gak yah (eh pd banget.. paling juga lebih ancur -ato gak jalan? hehe..)

    Yang penting mah perhatian *loh*

  8. Ini Kunderemp:
    Living area itu bukannya artinya “ruang keluarga” yah, Ilham? “Sliding glass door” langsung diterjemahkan sebagai pintu kaca geser saja (frasa DMM). Kata “covered” mungkin bisa diartikan “dikelilingi” mengingat kalau dilihat dari orang yang menjelajah, tetap aja artinya tertutupi. Apa yang dimaksud dengan “mengati”? “Mengamati” kah maksudnya?

    Going to second floor there is a curve stair. There is one master bedroom, 3 bedrooms, entertainment room and balcony which can be a place to relax while viewing the landscape of the entrance of the house and natural environment.

    (terjemahan bebas):
    Pergi ke lantai dua, akan dijumpai tangga melingkar. Terdapat satu kamar utama, 3 kamar lain, ruang hiburan, dan balkon yang bisa dijadikan tempat bersantai sambil melihat pemandangan jalan masuk rumah dan lingkungan sekitar yang alami.

    Oh ya,
    sampai saat ini, aku tetap memuja Richard Gozney sebagai pembicara berbahasa Indonesia terbaik. Aku salut waktu ia diwawancara di salah satu stasiun radio. Tadinya kukira orang Indonesia tetapi kok kata-kata yang digunakan sangat baku. Setelah si pewawancara mengatakan “Duta Besar Inggris”, aku baru tahu bahwa yang diwawancara tadi adalah orang bule.

    Apik ini terjemahannya. Besok-besok kalo dia ada PR lagi gw oper ke elu yak😛

  9. 9 mahli

    @kunderemp: disclaimernya dibaca dong. “terjemahan literal ”😛
    iya tuh mengamatinya salah :$

  10. Itu paragraf yang diterjemahin sama si Ilham gak konsisten. Kalimat pertama menggunakan past tense, tapi kalimat kedua present. Hal ini lebih diperparah dengan kalimat ketiga yang menggabungkan keduanya. Atau, memang ada struktur Bahasa Inggris yang kayak gitu, yah?

    Keknya itu emang salah deh.

  11. *koreksi sana-sini*

    tziiinngg….

    kenapa tiba2 gw teringat peristiwa akhir tahun di kamar vita yaa??

    -___-;

    OBS! pasti deh komen tanggapannya pd aneh2😛

    Di kamar Vita? Wahh jangan-jangan …

  12. Gapapa kok cep. Lu gak separah itu.
    .
    .
    .
    .
    (cuma lebih parah :))))))))) j/k)

  13. @jp: yup, seperti yang telah disinggung di komentar #4😀

  14. @syn: itu mah iang😛 saya menetap di jerman sementara ini.


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


%d bloggers like this: